Mengajukan permohonan merek tanpa terlebih dulu melakukan penelusuran adalah kesalahan yang sering dilakukan pelaku usaha. Hasilnya bisa berupa penolakan permohonan setelah berbulan-bulan menunggu, atau lebih buruk: mendapat surat gugatan dari pemilik merek yang sudah terdaftar lebih dulu. Penelusuran merek (trademark search) adalah langkah wajib sebelum menginvestasikan waktu dan uang dalam pendaftaran merek.
Mengapa Penelusuran Merek Sangat Penting?
Dengan prinsip first-to-file yang berlaku di Indonesia, merek yang sudah terdaftar menjadi "penghalang" bagi merek baru yang serupa. Tanpa penelusuran, Anda berisiko:
- Permohonan ditolak DJKI: Pemeriksa merek DJKI akan menolak permohonan jika menemukan merek yang sudah ada dengan persamaan pada pokoknya dalam kelas yang sama. Biaya PNBP yang sudah dibayar tidak dikembalikan.
- Sengketa hukum yang mahal: Pemilik merek terdaftar yang merasa dirugikan bisa mengajukan oposisi (jika masih dalam masa pengumuman) atau gugatan pembatalan — dan Anda yang harus bertahan.
- Kerugian bisnis: Jika merek sudah dipakai, dipromosikan, dicetak di kemasan, dan kemudian harus diganti, kerugian finansial bisa sangat besar.
- Tuntutan pelanggaran merek: Menggunakan merek yang serupa dengan merek terdaftar orang lain bisa berujung pada tuntutan ganti rugi.
Cara Menelusuri Database Merek DJKI
DJKI menyediakan database penelusuran merek yang dapat diakses publik di portal merek.dgip.go.id. Cara menggunakannya:
- Buka portal merek DJKI: Akses merek.dgip.go.id dan pilih menu penelusuran merek.
- Masukkan kata kunci: Ketik nama merek yang ingin Anda daftarkan. Coba juga variasi ejaan, singkatan, dan kata-kata yang terdengar serupa.
- Filter berdasarkan kelas: Anda dapat mempersempit pencarian berdasarkan kelas Nice yang relevan dengan bisnis Anda.
- Periksa semua status merek: Perhatikan merek dengan status "terdaftar", "dalam proses", dan "dalam pengumuman" — semua ini potensial menjadi penghalang.
- Analisis tingkat kemiripan: Jangan hanya mencari merek yang identik — merek yang "mirip pada pokoknya" (baik secara visual, fonetik, maupun konseptual) juga dapat menjadi dasar penolakan.
Apa yang Dicari dalam Penelusuran Merek?
Penelusuran yang komprehensif tidak hanya mencari nama yang identik. Anda perlu memeriksa:
- Identitas visual: Merek dengan tampilan, font, warna, atau elemen desain yang sangat mirip.
- Kemiripan fonetik: Merek yang terdengar sama ketika diucapkan — misalnya "Rasa" dan "Razza", atau "Optima" dan "Optimax".
- Kemiripan konseptual: Merek yang mengandung makna atau konsep yang sama meski ejaan berbeda — misalnya merek bergambar singa dan merek bertulisan "Lion".
- Merek terkenal: Nama yang mirip dengan merek terkenal — meski merek terkenal mungkin belum terdaftar di kelas tertentu di Indonesia, mengajukan merek yang menyerupainya berisiko tinggi ditolak atau dioposi.
Keterbatasan Penelusuran Mandiri
Penelusuran mandiri di portal DJKI memiliki keterbatasan yang perlu dipahami:
- Hanya mencakup merek yang terdaftar atau dalam proses di Indonesia — tidak mencakup merek asing yang terkenal tetapi belum terdaftar di DJKI.
- Pencarian berbasis kata kunci tidak secara otomatis mendeteksi kemiripan fonetik atau konseptual yang memerlukan penilaian manusia.
- Beberapa merek logo atau merek bergambar mungkin tidak mudah ditemukan hanya dengan pencarian kata kunci.
- Update database mungkin tidak selalu real-time — ada kemungkinan merek sangat baru belum muncul dalam hasil pencarian.
Penelusuran Profesional oleh Konsultan KI
Untuk merek yang strategis dan bernilai tinggi bagi bisnis, sebaiknya menugaskan penelusuran kepada Konsultan Kekayaan Intelektual berlisensi. Konsultan KI dapat melakukan penelusuran yang lebih mendalam, termasuk:
- Analisis kemiripan fonetik dan konseptual menggunakan pendekatan yang sama dengan pemeriksa DJKI
- Penelusuran merek terkenal internasional yang belum terdaftar di Indonesia
- Penelusuran lintas kelas untuk mengidentifikasi risiko dari kelas yang berdekatan
- Penilaian risiko penolakan berdasarkan pengalaman dengan keputusan-keputusan DJKI sebelumnya
- Rekomendasi modifikasi merek jika ada kemiripan yang terdeteksi
Penelusuran Internasional: WIPO Global Brand Database
Jika Anda berencana mengekspor produk atau mendaftarkan merek di luar negeri, manfaatkan juga WIPO Global Brand Database yang tersedia di branddb.wipo.int. Database ini memungkinkan penelusuran merek dari banyak negara dan sistem pendaftaran internasional (Madrid System) sekaligus — gratis dan dapat diakses publik.
Setelah Penelusuran: Langkah Selanjutnya
Setelah melakukan penelusuran menyeluruh:
- Jika tidak ditemukan merek yang berpotensi menghalangi: lanjutkan pendaftaran merek Anda.
- Jika ditemukan merek yang sangat mirip yang masih aktif: pertimbangkan memodifikasi merek Anda sebelum mendaftar, atau konsultasikan dengan konsultan KI apakah perbedaan yang ada cukup signifikan untuk lolos pemeriksaan.
- Jika merek yang mirip ternyata sudah tidak aktif (habis masa berlaku dan tidak diperpanjang): pada umumnya aman untuk mendaftarkan merek serupa — namun tetap perlu kewaspadaan jika berurusan dengan merek terkenal yang sudah dikenal publik.